Ads Top

Demi Mencari Jejak Mujahidin, Tentara dan Polisi Myanmar Tangkap dan Siksa Bocah Rohingya



BEREDARNYA video penganiayaan masyarakat Rohingya oleh tentara Myanmar akhirnya mendapat respon.

Pemerintahan Presiden Htin Kyaw ini bereaksi bergitu menyaksikan video amatir tersebut.

Sejumlah polisi yang terlibat dalam penganiayaan itu langsung diamankan.

Sebelumnya, Myanmar menutup mata dan telinga atas laporan penganiayaan kaum Rohingya.

Aung San Suu Kyi yang menjadi panutan pemerintah Myanmar berjanji mengusut penganiayaan tersebut.

”Pemerintah akan menindak polisi-polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap penduduk Desa Kotankauk saat melakukan razia di sana 5 November lalu,” terang pemerintah dalam pernyataan tertulisnya.

Sejauh ini, ada empat pejabat polisi yang diamankan karena diduga kuat terlibat dalam penganiayaan.

Salah seorang pejabat polisi yang diamankan adalah Zaw Myo Htike, kepala polisi setempat.

”Mereka yang sudah teridentifikasi langsung kami tahan untuk kepentingan penyelidikan,” terang Kepolisian Nasional Myanmar.

Kemarin aparat menyatakan ada lebih dari satu video penganiayaan yang beredar.

Polisi pun bakal menyelidiki seluruh video itu dan mencari tahu apakah penganiayaan tersebut terjadi di lokasi yang sama.

Dalam video yang beredar luas lewat dunia maya, tampak seorang polisi memukul seorang bocah lelaki.

Dikabarkan sebelumnya, tentara dan polisi Myanmar tersebut memburu mujahidin yang bergerilya melawan pemerintahan Myanmar. (AFP/Reuters/hep/c17/any/jpnn)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.